Saturday, November 6, 2010

ALLAH S.W.T hanya memanggil kita 3 kali sahaja dalam seumur hidup~

Ibu berkata... * Allah hanya memanggil kita 3 kali saja seumur hidup*
Keningku berkerut.... ....'Sedikit sekali Allah memanggil kita..?'

Ibu tersenyum. 'along, tahu tidak apa saja 3 panggilan itu..?' Saya menggelengkan kepala.

1) 'Panggilan pertama adalah Adzan, ujar Ibu.
'Itu adalah panggilan Allah yang pertama. Panggilan ini sangat jelas terdengar di telinga kita, sangat kuat terdengar. Ketika kita sholat, sesungguhnya kita menjawab panggilan Allah. Tetapi Allah masih fleksibel, Dia tidak 'cepat marah' akan sikap kita.

Kadang kita terlambat, bahkan tidak sholat sama sekali karena malas. Allah tidak marah seketika. Dia masih memberikan rahmat Nya, masih memberikan kebahagiaan bagi umat Nya, baik umat Nya itu menjawab panggilan Azan-Nya atau tidak. Allah hanya akan membalas umat Nya ketika hari Kiamat nanti'.
Saya terpaku.... . .mata saya berkaca-kaca. Terbayang saya masih melambatkan sholat karena meeting lah, mengajar lah, dan lain lain. Masya Allah.......

Ibu melanjutkan,

2) Panggilan yang kedua adalah Panggilan Umrah / Haji
Panggilan ini bersifat halus. Allah memanggil hamba-hambaNya dengan panggilan yang halus dan sifatnya 'bergiliran' . Hamba yang satu mendapatkan kesempatan yang berbeda dengan hamba yang lain. Jalan nya bermacam-macam. Yang tidak punya uang menjadi punya uang, yang tidak merencanakan, ternyata akan pergi, ada yang memang merencanakan dan terkabul.
Ketika kita mengambil niat Haji / Umrah, berpakaian Ihram dan melafazkan 'Labaik Allahuma Labaik/ Umrotan', sesungguhnya kita saat itu menjawab panggilan Allah yang ke dua.

Saat itu kita merasa bahagia, karena panggilan Allah sudah kita jawab, meskipun panggilan itu halus sekali.
Allah berkata, laksanakan Haji / Umrah bagi yang mampu'.
Mata saya semakin berkaca-kaca. ........Subhanallah...... .saya datang menjawab panggilan Allah lebih cepat dari yang saya rancangkan.. ...Alhamdulillah...

3) 'Dan panggilan ke-3', lanjut Ibu, 'adalah KEMATIAN.
Panggilan yang kita jawab dengan amal kita. Pada kebanyakan kasus, Allah tidak memberikan tanda tanda secara langsung, dan kita tidak mampu menjawab dengan lisan dan gerakan. Kita hanya menjawabnya dengan amal sholeh. Karena itu , manfaatkan waktumu sebaik-baiknya. ..
Jawablah 3 panggilan Allah dengan hatimu dan sikap yang Husnul Khotimah.... .......Insya Allah surga adalah balasannya.. ...'

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: *Pada hari kiamat akan keluar seekor binatang dari neraka jahanam yang bernama 'Huraisy' berasal dari anak kala jengking. Besarnya Huraisy ini dari timur hingga ke barat. Panjangnya pula seperti jarak langit dan bumi. Malaikat Jibril bertanya : 'Hai Huraisy! Engkau hendak ke mana dan siapa yang kau cari?'
Huraisy pun menjawab, 'Aku mau mencari lima orang:
' Pertama, orang yang meninggalkan sholat
Kedua, orang yang tidak mau keluarkan zakat.
Ketiga, orang yang durhaka kepada ibu dan bapaknya.
Keempat, orang yang bercakap tentang dunia di dalam masjid.
Kelima, orang yang suka minum arak.


Petua Mencuci Hati

Segala aspek kehidupan ini bermula daripada hati. Oleh itu di bawah ini ada beberapa cara bagaimana hendak mencuci hati. Diolah oleh pakar motivasi Datuk Dr. Haji Fadzilah Kamsah.

1. Dirikan solat dan banyakkan berdo'a – Ini adalah salah satu kaedah yang sungguh berkesan. Semasa berdo'a turut katakan "Ya,Allah jadikan hatiku bersih"

2. Selawat keatas Nabi Muhammad s.a.w paling minima 100 X sebelum tidur – Ini merupakan satu pelaburan yang mudah dan murah. Disamping dosa-dosa diampunkan, otak tenang, murah rezeki, orang sayangkan kita dan mencetuskan semua perkara kebaikan.

3. Solat taubat – Selain daripada memohon keampunan, dapat mencuci hati dan menenangkan minda.

4. Membaca Al-Quran – Selain dapat mencuci hati juga menenangkan jiwa, penyembuh, penenang, terapi. Sekurang- kurangnya bacalah "Qulhu-allah" sebanyak 3X.

5. Berma'af-ma'afan sesama kawan setiap hari.

6. Bisikan kepada diri perkara yang positif – Jangan sesekali mengkritik, kutuk diri sendiri, merendah-rendahkan kebolehan diri sendiri.katakan lah "Aku sebenarnya......(perkara yang elok-elok belaka)

7. Program minda/cuci minda – Paling baik pada waktu malam sebelum tidur, senyum, pejam mata, katakan di dalam hati : "Ya, Allah cuci otak aku, cuci hatiku, esok aku nak jadi baik, berjaya, ceria, bersemangat, aktif, positif". Menurut kajian psikologi, apa yang disebut sebelum tidur dapat dirakamkan sepanjang tidur sehingga keesokan harinya – cubalah!!

8. Berpuasa – Sekiranya dalam berpuasa terhindar dari melakukan perkara-perkara kejahatan.

9. Mengingati mati – Sekiranya hendak melakukan sesuatu kejahatan, tidak sampai hati kerana bimbang akan mati bila- bila masa.

10. Kekalkan wuduk.

11. Bersedekah.

12. Belanja orang makan.

13. Jaga makanan – jangan makan makanan yang shubhah.(diragui halal dan haramnya.)

14. Berkawan dengan ulama'.

15. Berkawan dengan orang miskin (menginsafi.)

16. Pesan pada orang, jadi baik.

17. Menjaga pacaindera (mata, telinga, mulut dan lain-lain.)

Mengapakah Ibumu Menangis?

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya,
"Mengapa engkau menangis?"
"Kerana aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.
"Aku tidak mengerti", kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata,
"Dan kau tak akan pernah mengerti" Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,
"Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"
"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.
Anak laki-laki kecil itu pun lalu membesar menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita suka menangis. Akhirnya ia mendapat petunjuk dari Tuhan, Antara bisikan yang didengarinya adalah:

01."Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "

02."Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "

03."Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "

04."Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "

05."Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "

06."Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahawa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu "

07."Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan walaupun kadangkala dia tidak memerlukannya."

Tahukah kamu? Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya. Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat dimana cinta itu ada.

Duhai Hati, Janganlah Terkorban Dengan Dunia

Sesekali hati mengeluh dengan kesusahan dan kepayahan hidup. Terasa pedih dan rapuh, sakitnya seperti tiada hati lain yang mampu mengerti.
Namun adakah kita sedar bahawa ia adalah ujian dari Allah?
Kepayahan itu sesungguhnya adalah satu bentuk tarbiyah-Nya kepada hati.
Pernah hati bersyukur kerana mendapat perhatian yang sedemikian dari Tuhannya?
Terlebih banyak mengadu dari bertahmid rasanya.
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Surah Al-Ankabut ayat 2-3)
"...dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." (Surah Yusuf ayat 87)
Tak tersedarkah hati bahawa segala yang diberinya itu adalah nikmat; kebahagiaan adalah nikmat, sakit adalah nikmat, perit itu adalah nikmat.
Duhai hati, sedarlah, bukannya Tuhanmu tidak mendengar segala jerit perih, betapa pedih peritnya derita apa yang dialami, betapa segala yang hati ingin, tidak semua kan hati perolehi. Bukankah Dia sudah terang-terang berfirman:
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Surah Al-Baqarah ayat 216)
Nah, Allah sendiri telah siap mengatur segala rencana perjalanan hidupnya hati. Mengapa harus merungut lagi dengan jalan yang ditempuhi?
Duri-duri dan halangan itu adalah rahmat. Redha dan pasrah lah, wahai hati.
Tidak sedarkah kita bahawa setiap langkah, setiap kudrat, setiap butir bicara, kerlip mata dan denyut jantung selama ini semuanya nikmat yang Allah beri dan pinjamkan lepada kita?
Selama ini, adakah setiap langkah dan kudrat digunakan untuk ke jalan kebaikan? Adakah setiap butir bicara hanya yang baik dan berhikmah sahaja?
Adakah kerlip mata dan sisa denyut jantung yang masih ada dimanfaatkan dengan amal ibadah?
Allah berhak mutlak ke atas hati kita. Kenapa hati kita masih perlu persoalkan mengapa ujian diturunkan kepada kita? Layakkah hati-hati ini mendapat syurga milik Allah SWT?
"Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amalan yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk syurga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa dihisab." (Surah Al Mu'min ; ayat 39-40)
Duhai hati, janganlah terkorban dengan dunia... sesungguhnya hidup hati sebenarnya untuk mencari mati yang sempurna...

Salahkah Bila Berubah?

Izzat mengerutkan dahi memandang teman sebilliknya menumbuk tendang batang pohon, melepaskan amarahnya.
Pagi tadi bukan main gembira Aliuddin melangkah keluar dari bilik. Tapi Aliuddin yang berada di hadapannya kini...
"Ali, bangun sembahyang Subuh. Dah lewat ni."
"Diamlah kau. Aku nak sembahyang ke, tak nak ke, kau peduli apa? Kubur masing-masing."
"Memang la kubur masing-masing. Kalau kubur kita sekali, bolehlah aku backup kau. Kau tak sembahyang, aku boleh tolong cover."
Aliuddin menarik selimut lalu memekap mukanya dengan bantal. Izzat hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Suasana menyepi seketika. Hakim menepuk-nepuk bahu Izzat, mengisyaratkannya supaya ke tepi.
Dia dekat ke tepi Aliuddin lalu menjerit, "Bangun Subuh!" Aliuddin yang tersentak bangun terduduk dengan matanya terbeliak bulat.
Melihatkan wajah takut teman sebiliknya itu, Hakim ketawa mengekek.
"Nasib baik kaki aku sakit. Kalau tak, kau sarapan kaki aku pagi ni."
Ketuk ketampi tiga ratus kali dan dirotan di kaki. Denda yang menyebabkan kakinya sakit yang amat.
Denda atas perbuatan memancitkan tiga tayar kereta guru yang menyagat rambutnya.
Ini bukanlah kali pertama dia didenda dan mungkin bukan yang terakhir.
Dia cuba bangun dari katil tapi kakinya terasa perit untuk berdiri. Malah hendak duduk kembali pun dia tak mampu.
Mukanya berkerut menahan kesakitan.
"Kau tak apa-apa ke?" Izzat bertanya.
"Aku nampak macam tak ada apa-apa ke?" Aliuddin bersuara garang.
Hakim cuba untuk membantu memapah tapi ditangkis keras oleh Aliuddin.
Dia menguatkan diri untuk melangkah padahal dalam hati menjerit menahan sakit.
Memang Aliuddin tidaklah sebaik nama yang diberi, namun cara pengurusan sekolah mengatasi pelajar bermasalah hanya menambahkan lagi dendam di dada.
Pernahkah guru yang memberi denda itu merasai betapa sakitnya kaki setelah ketuk ketampi beratus kali?
Di sebalik hukuman-hukuman pihak sekolah, kenapa agaknya pendekatan yang diambil lebih kepada menghukum pesalah sedangkan fungsi sekolah ialah memanusiakan manusia?
Esok cuti sekolah bermula.
Sebaik sahaja loceng berbunyi, Aliuddin meluru ke asrama, mengejar tombol pintu biliknya.
Cepat-cepat dia menukar baju lalu berlari ke tempat perhentian bas.
Tidak sabar rasanya ingin pulang ke kampung. Di dalam perut bas, dia mencapai buku komiknya, sekadar membaca melepaskan kebosanan yang mula menghantui.
Ada sesuatu yang jatuh dari celah-celah muka surat komik itu. Sepucuk surat.
(I) Isyak, (S) Subuh, (L) Luhur (Zuhur), (A) Asar, (M) Maghrib
Kalau kita tinggalkan salah satu daripadanya, kita sudah bukan Islam lagi.
Dalam peristiwa Israk dan Mikraj, Allah s.w.t. berkata keada Nabi Muhammad s.a.w., "Aku ambilmu sebagai kekasih.
Aku perkenankanmu sebagai penyampai berita gembira dan amaran kepada umatmu.
Aku buka dadamu dan buangkan dosamu.
Aku jadikan umatmu sebaik-baik umat.
Aku beri keutamaan dan keistimewaan kepadamu pada hari qiamat.
Aku kurniakan tujuh ayat (surah Al-Fatihah) yang tidak aku kurniakan kepada sesiapa sebelummu.
Aku berikanmu ayat-ayat di akhir surah al-Baqarah sebagai suatu perbendaharaan di bawah 'Arasy.
Aku berikan habuan daripada kelebihan Islam, hijrah, sedekah dan amar makruf dan nahi munkar.
Aku kurniakanmu panji-panji Liwa-ul-hamd, maka Adam dan semua yang lainnya di bawah panji-panjimu.
Dan Aku fardhukan atasmu dan umatmu lima puluh (waktu) sembahyang."
Selesai munajat, Rasulullah S.A.W. dibawa menemui Nabi Ibrahim A.S. kemudian Nabi Musa A.S. yang kemudiannya menyuruh Rasulullah S.A.W. merayu kepada Allah S.W.T agar diberi keringanan, mengurangkan jumlah waktu sembahyang itu.
Selepas sembilan kali merayu, (setiap kali dikurangkan lima waktu), akhirnya Allah perkenan memfardhukan sembahyang lima waktu sehari semalam dengan mengekalkan nilainya sebanyak 50 waktu juga.
Izzat, Sahabatmu
Bas meluncur laju membelah malam.
Dia melabuhkan pandangannya ke luar tingkap. Pokok-pokok ketapang di pesisir lebuh raya berbalam. Melambai-lambai gemalai ditiup angin.
Sinar bulan malu-malu menjenguk alam. Debar jantung tiba-tiba menderas.
Dia menatap semula surat itu. Dibacanya berulang-ulang kali. Bicara ayat-ayat mengelus jiwanya yang layu.
"Kau ni ada masalah apa? Kalaulah pokok tu ada tangan, terkulai layu kau dibuatnya."
"Budak-budak tu la..." mulutnya memuncung ke satu arah.
"Budak-budak mana?" Izzat mencari-cari kelibat orang.
"Aku jalan-jalan tadi, terdetik dalam hati nak sembahyang kat masjid.
Elok je aku nak langkah masuk pagar masjid, Si Shukri tu perli-perli aku. Dia kata dia nak tengok selama mana muka ahli neraka macam aku ni boleh jadi baik.
Sampai aku habis solat pun dia tak henti-henti lagi mengumpat aku. Geram betul la!" Satu tumbukan padu dilepaskan.
Daun-daun kering mula berguguran. Menari-nari lalu jatuh menapak lantai bumi.
"Muka aku ni ada cop neraka ke? Aku jadi jahat pun salah, jadi baik pun salah."
"Meh sini aku check." Izzat membelek-belek muka Aliuddin. "Ish..." Aliuddin menepis tangan Izzat, merenung tajam kawannya itu. "Dia saja main-main kot."
"Kalau main-main, orang takkan sambung dengan mengumpat."
"Biarlah... Bila dia mengumpat kau, kau dapat pahala. Kau sepatutnya gembira dapat pahala free."
"Pahala free? Kenapa pula?"
"Bila kita mengumpat orang, orang yang diumpat dapat pahala, kita dapat dosa."
"Owh... ye ke?" Izzat mengangguk.
"Aku dapat pahala?" Aliuddin senyum tersipu-sipu sambil tangannya memeluk batang pokok.
Izzat hanya menepuk dahi melihat telatahnya.
Berhimpit jerami di balik meranti,
Saying cemara akar terendam,
Kasih bersemi ikhlas di hati,
Menyejuk bara menghilir dendam.

PERMINTAAN KU PADA-MU YA RABB...


Ketika aku meminta kekuatan..Engkau memberi kesukaran..Kerana...melaluinya aku menjadi kuat..

Ketika aku meminta kebijaksanaan..Engkau memberiku masalah untukku selesaikan..Kerana...melaluinya aku dapat pengalaman..

Ketika aku minta kemewahan..Engkau memberiku akal untuk bekerja..Kerana... melalui berfikir aku melihat cara..

Ketika aku meminta ketabahan..Engkau memberiku rintangan untuk dihadapi..Kerana...melaluinya aku akan teruji..

Ketika aku meminta cinta..Engkau memberiku insan-insan menderita..Yang perlu aku beri bantuan..Kerana...melaluinya perasaan cinta akan bermula..

Ketika aku meminta bantuan..Engkau memberiku peluang..Kerana...melaluinya aku mula mencuba..

Betapa indah dan bermaknanya hidup ini..Kerana Engkau tidak pernah memberi apa yang aku pinta..Tetapi..aku menerima segalanya yang aku perlukan..Demi membantu aku meneruskan kehidupan..

Subhanallah...Syukran Ya Rabb...Kerana secara tidak langsung..Aku telah menerima segalanya dari-Mu...Syukran Ya Allah...

Friday, November 5, 2010

waktu tidur yg bermanfaat

Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :

1. Tidur ketika perlu tidur.
2. Tidur di awal malam – ini lebih manfaat daripada tidur lewat malam
3. Tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan petang. Apatah lagi pada waktu pagi dan petang sangat kurang manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu Asar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.

Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai solat subuh hingga matahari terbit. Kerena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang soleh. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mahu tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian kerana waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rezeki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)

BAHAYA TIDUR PAGI

[Pertama] Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur'an dan As Sunnah.

[Kedua] Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush soleh (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.

[Ketiga] Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.

[Keempat] Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya.

Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, "Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya." (Miftah Daris Sa'adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di petang harinya dia juga akan malas-malasan pula.

[Kelima] Menghambat datangnya rezeki.

Ibnul Qayyim berkata, "Empat hal yang menghambat datangnya rezeki adalah
[1] tidur di waktu pagi,
[2] sedikit solat,
[3] malas-malasan dan
[4] berkhianat." (Zaadul Ma’ad, 4/378)

[Keenam] Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)

wallahua'lam

🌙 Ramadan: Bulan Yang Menyentuh Hati dan Menyucikan Jiwa

  Ramadan hadir bukan sekadar membawa kewajipan berpuasa, tetapi membawa pulang hati-hati yang lama tersasar kepada fitrahnya. Setiap kali t...